V-class Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

Pretest : Susunan Staf
Soal: Apa saja yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek? Jelaskan.

Jawaban :
Yang perlu diperhatikan pada saat memilih anggota tim proyek :
1.   Analisis Pekerjaan, Analisis pekerjaan merupakan suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
2.   Rekrutmen, Seleksi dan Orientasi, Tenaga kerja yang diperlukan proyek dapat diperoleh dari salah satu atau beberapa sumber, yaitu :
a)  Induk atau anak perusahaan (apabila proyek dimiliki oleh kelompok perusahaan),
b)  Daerah sekitar lokasi dan tempat proyek,
c)  Sumber tenaga kerja nasional,
d)  Sumber tenaga kerja internasional-individual expert, subcontracting, technical assistances, management assistances.
3.   Produktivitas, Produktivitas mengandug arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
4.   Pelatihan dan Pengembangan, Program latihan dan pengembangan bertujuan untuk menutupi gap antara kecakapan karyawan dan permintaan jabatan.
5.   Prestasi Kerja, Hasil penilaian prestasi kerja karyawan dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.
6.   Kompensasi, Cara manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja para karyawan adalah melalui kompensasi. Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.
7.  Perencanaan Karier
konsep dasar perencanaan karier :
a)  Karier sebagai suatu urutan promosi atau transfer ke jabatan-jabatan yang lebih besar tanggung jawabnya atau ke lokasi-lokasi yang lebih baik selama kehidupan kerja seseorang.
b)  Karier sebagai petunjuk pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas (membentuk satu jalur karier).
c)  Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang atau serangkaian posisi yang dipegangnya selama kehidupan kerja.

Kriteria umum yang digunakan untuk memilih anggota tim proyek adalah sebagai berikut:
–  Memiliki komitmen pada tujuan proyek dan mampu menyelesaikan-nya.
–  Kemampuan untuk berkomunikasi dan membagi tanggung jawab.
– Fleksibilitas, dapat berpindah dari satu kegiatan pekerjaan ke kegiatan pekerjaan lainnya, sesuai dari skedul dan kebetuhan proyek.
–  Kemampuan teknis.
–  Kemauan untuk mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
–  Konsentrasi pada pekerjaan.
–  Kemampuan untuk mengerti dan bekerja berdasarkan jadwal dan pengadaan sumber daya. Misalnya, mau kerja lembur jika dibutuhkan
–  Kemampuan untuk saling mempercayai, bukan seperti seorang pahlawan yang  mampu bekerja sendiri.
–  Seorang wiraswasta, tetapi terbuka pada usulan dan gagasan.
–  Kemampuan bekerja pada lebih dari satu atasan.
–  Kemampuan bekerja tanpa dan di luar struktur formal.
–  Memiliki pengetahuan dan pengalaman dengan peralatan manajemen proyek.

Postest : Susunan Staf
Soal: Jelaskan tugas masing-masing anggota tim proyek ?

Jawaban :
1.  Manajer Proyek (Project Manager). PM adalah posisi pertama yang harus diisi. Pekerjaan ini diisi ketika proyek masih sekilas di mata orang, karena PM yang pertaman menentukan apakah sebuah proyek dapat dikerjakan atau tidak. Manajer tingkat atas menugaskan PM. Mereka mencari seseorang yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Keahlian keahlian lain yang mereka cari adalah pengetahuan tentang manajemen proyek, kemampuan mengorganisasi, dan keahlian teknik. Kadang-kadang pekerjaan PM membutuhkan aksi yang tidak umum seperti berkata “Tidak” untuk perubahan permintaan yang menyimpang, mengumumkan kesalahan, atau mendisiplinkan orangorang. PM harus mengetahui orang-orang yang terlibat sama seperti dalam politik, prosedur-prosedur pemakaian, dan proyek perusahaan.
2.  Pimpinan Proyek (Project Leader). Pimpinan Proyek adalah posisi kedua yang harus diisi. Sangatlah baik jika PM memilih orang ini. Pertama, PM harus bernegosiasi dengan Manajer Fungsional untuk tugas-tugas PL, kemudian yakinkan PL untuk bergabung dalam tim. PL terdaftar pada proposal karena banyak detail proposal dikerjakan oleh PL. Pekerjaan ini sangat bersifat teknis, karenanya pilihlah ahli yang terbaik. Jangan mencari orang yang tidak mempunyai pendirian. Lebih baik mencari orang yang dapat mengingat pembuatan detail keseluruhan proyek tersebut. PL juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. PL akan memimpin keseluruhan wawancara dengan user dan menjadi pengawas harian bagi programmer.
3.  Programmer. PM dan PL akan mulai berpikir tantang siapa yang dapat membentuk tim pemrograman dan bertanya pada Manajemen Fungsional (jika diperlukan) tentang kemampuan orang-orang ini (Programmer). Kemudian, ketika kontrak ditandatangani, mulailah mengumpulkan tim programmer Anda. Pertama pilihlah Programmer dengan kemampuan pemrogramannya. Sebagai tambahan carilah keterangan tentang pengalaman mereka, tetapi bukan seseorang yang sudah melakukan hal yang sama selama 5 kali berturut-turut – orang ini akan bosan. Jika kandidat tersebut tidak memiliki pengalaman yang sesuai, hal lain yang dapat dipertimbangkan adalah latar belakang tentang sistem operasi, atau hal lainnya.
–  Programmer Ahli (The Guru Programmer)
Programmer Ahli atau “Hacker” bekerja secara misterius, pada jam-jam yang aneh; suka menentang dan tidak mau diatur, hanya ingin mengerjakan tugas sesuai dengan keinginanya. Tetapi ahli dalam bidangnya, dapat membuat program tugas-tugas yang rumit 10 kali lebih cepat dari orang lain.
–  Programmer Pemula (The Junior Programmer)
Programmer pemula biasanya memiliki bakat dan mempunyai keinginan untuk membuktikan diri mereka. Ada dua keahlian, bagaimanapun itu tidak selalu diajarkan di sekolah : komunikasi tim dan komunikasi manajemen.

Analisa RUU ITE tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU no.19 tentang Hak Cipta

Analisa RUU ITE tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU no.19 tentang Hak Cipta

  1. Analisa RUU ITE tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) merupakan RUU inisiatif Pemerintah yang disahkan oleh DPR pada 21April 2008. UU ITE merupakan cyberlaw pertama yang dimiliki Indonesia. UU ITE dapat dikatakan memiliki muatan dan cakupan yang luas dalam mengatur cyberspace, meskipun di beberapa sisi masih terdapat pengaturan-pengaturan yang kurang lugas dan juga ada yang terlewat. Apabila dicermati materi muatan UU ITE menganut 2 (dua) model pengaturan, yaitu, pertama, model penga- turan yang berpihak pada pemilahan materi hukum secara ketat sehingga regu- lasi yang dibuat bersifat sempit dan spesifik pada sektor tertentu saja. Kedua, model pengaturan yang bersifat komprehensif dalam arti materi muatan yang diatur mencakup hal yang lebih luas disesuaikan dengan kebutuhan yang saat ini terjadi sehingga dalam UU ITE tercakup aspek-aspek hukum perdata ma- teril, hukum acara perdata dan pidana. UU ITE cenderung mengikuti model pengaturan yang kedua ini.

urlMateri-materi pokok yang terkandung di dalam UU ITE, secara garis be- sar dapat dirangkum terdiri atas:

  1. asas dan tujuan;
  2. informasi dan tandatangan elektronik;
  3. penyelenggara sertifikasi elektronik dan sistem elektronik;
  4. alat bukti elektronik yang diakui memiliki kekuatan hukum yang sama seperti alat bukti lainnya yang diakui dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP);
  5. transaksi elektronik;
  6. pengaturan nama domain;
  7. hak kekayaan intelektual dan perlindungan hak pribadi;
  8. perbuatan yang dilarang;
  9. penyelesaian sengketa, peran pemerintah dan peran masyarakat;
  10. penyidikan; dan
  11. ketentuan pidana.

Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37):

  1. Pasal 27 (Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan)
  2. Pasal 28 (Berita Bohong dan Menyesatkan, Berita Kebencian dan Permusuhan)
  3. Pasal 29 (Ancaman Kekerasan dan Menakut-nakuti)
  4. Pasal 30 (Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking)
  5. Pasal 31 (Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi)
  6. Pasal 32 (Pemindahan, Perusakan dan Membuka Informasi Rahasia)
  7. Pasal 33 (Virus?, Membuat Sistem Tidak Bekerja (DOS?))
  8. Pasal 35 (Menjadikan Seolah Dokumen Otentik(phising?))

Tujuan negara yang hendak dicapai dengan pembuatan UU ITE yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana terdapat pada Konsiderans UU ITE sebagai berikut “dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan informasi dan transaksi elektronik di ting- kat nasional dimaksudkan agar pembangunan teknologi informasi dapat di- lakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Yang diperlukan Indonesia adalah regulasi yang tidak hanya mengatur informasi elektronik, dokumen elektronik, pengiriman dan penerimaan surat elektronik, tanda tangan elektronik, sertifikat elektronik, pe- nyelenggaraan sistem elektronik, dan transaksi elektronik semata-semata, tetapi di dalamnya juga harus memuat regulasi yang terkait dengan yurisdiksi hak atas kekayaan intelektual, privacy, perbuatan yang dilarang, penyelesaian sengketa, peran pemerintah, peran masyarakat, ketentuan beracara seperti penyidikan, penuntutan, serta pemeriksaan di depan pengadilan.

Pada akhirnya, UU ITE merupakan wujud dari tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan yang maksimal pada seluruh aktifitas yang dilakukan di dalam negara ini.

 

 

  1. Analisa UU no.19 tentang Hak Cipta

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang sangat kaya. Hal itu sejalan dengan keanekaragaman etnik, suku bangsa, dan agama yang secara keseluruhan merupakan potensi nasional yang perlu dilindungi. Kekayaan seni dan budaya itu merupakan salah satu sumber dari karya intelektual yang dapat dan perlu dilindungi oleh undang-undang. Kekayaan itu tidak semata-mata untuk seni dan budaya itu sendiri, tetapi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan di bidang perdagangan dan industri yang melibatkan para Penciptanya. Dengan demikian, kekayaan seni dan budaya yang dilindungi itu dapat meningkatkan kesejahteraan tidak hanya bagi para Penciptanya saja, tetapi juga bagi bangsa dan negara.

avt-pravo

Saat ini Indonesia telah memiliki Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 dan terakhir diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 yang selanjutnya disebut Undang-undang Hak Cipta. Walaupun perubahan itu telah memuat beberapa penyesuaian pasal yang sesuai dengan TRIPs, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan untuk memberi perlindungan bagi karya-karya intelektual di bidang Hak Cipta, termasuk upaya untuk memajukan perkembangan karya intelektual yang berasal dari keanekaragaman seni dan budaya tersebut di atas. Dari beberapa konvensi di bidang Hak Kekayaan Intelektual yang disebut di atas, masih terdapat beberapa ketentuan yang sudah sepatutnya dimanfaatkan. Selain itu, kita perlu menegaskan dan memilah kedudukan Hak Cipta di satu pihak dan Hak Terkait di lain pihak dalam rangka memberikan perlindungan bagi karya intelektual yang bersangkutan secara lebih jelas.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas dipandang perlu untuk mengganti Undang-undang Hak Cipta dengan yang baru. Hal itu disadari karena kekayaan seni dan budaya, serta pengembangan kemampuan intelektual masyarakat Indonesia memerlukan perlindungan hukum yang memadai agar terdapat iklim persaingan usaha yang sehat yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Hak Cipta terdiri atas hak ekonomi (economic rights) dan hak moral (moral rights). Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan serta produk Hak Terkait. Hak moral adalah hak yang melekat pada diri Pencipta atau Pelaku yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus tanpa alasan apa pun, walaupun Hak Cipta atau Hak Terkait telah dialihkan.

Perlindungan Hak Cipta tidak diberikan kepada ide atau gagasan karena karya cipta harus memiliki bentuk yang khas, bersifat pribadi dan menunjukkan keaslian sebagai Ciptaan yang lahir berdasarkan kemampuan, kreativitas, atau keahlian sehingga Ciptaan itu dapat dilihat, dibaca, atau didengar. Undang-undang ini memuat beberapa ketentuan baru, antara lain, mengenai:

  1. database merupakan salah satu Ciptaan yang dilindungi;
  2. penggunaan alat apa pun baik melalui kabel maupun tanpa kabel, termasuk media internet, untuk pemutaran produk-produk cakram optik (optical disc) melalui media audio, media audio visual dan/atau sarana telekomunikasi;
  3. penyelesaian sengketa oleh Pengadilan Niaga, arbitrase, atau alternatif penyelesaian sengketa;
  4. penetapan sementara pengadilan untuk mencegah kerugian lebih besar bagi Pemegang hak;
  5. batas waktu proses perkara perdata di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait, baik di Pengadilan Niaga maupun di Mahkamah Agung;
  6. pencantuman hak informasi manajemen elektronik dan sarana kontrol teknologi;
  7. pencantuman mekanisme pengawasan dan perlindungan terhadap produk-produk yang menggunakan sarana produksi berteknologi tinggi;
  8. ancaman pidana atas pelanggaran Hak Terkait;
  9. ancaman pidana dan denda minimal;
  10. ancaman pidana terhadap perbanyakan penggunaan Program Komputer untuk kepentingan komersial secara tidak sah dan melawan hukum.

 

Contoh kasus:

Hak Cipta Dalam Industri Musik

Dalam industri musik, dari sudut perlindungan hak cipta dibedakan antara komposisi musik/lagu (music composition) dan rekaman suara (sound recordings).

Komposisi musik terdiri dari musik, termasuk di dalamnya syair/lirik. Komposisi musik dapat berupa sebuah salinan notasi atau sebuah rekaman awal (phonorecord) pada kaset rekaman atau CD. Komposer/pencipta lagu dianggap sebagai pencipta dari sebuah komposisi musik.

Sementara itu, rekaman suara (sound recording) merupakan hasil penyempurnaan dari serangkaian suara-suara baik yang berasal dari musik, suara manusia dan atau suara-suara lainnya. Dianggap sebagai pencipta dari sound recording adalah pelaku/performer (dalam hal pertunjukan) dan atau produser rekaman (record producer) yang telah memproses suara-suara dan menyempurnakannya menjadi sebuah rekaman final.

Hak cipta pada sebuah rekaman suara tidak dapat disamakan dengan, atau tidak dapat menggantikan hak cipta pada komposisi musiknya yang menjadi dasar rekaman suara tersebut.

Dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), perlindungan hak cipta atas komposisi musik disebut pada Pasal 12 ayat (1) huruf d UU Hak Cipta, sementara perlindungan hak cipta atas rekaman suara disebut pada Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU Hak Cipta.

Cover Version dan Pelanggaran Hak Cipta

Cover version atau cover merupakan hasil reproduksi atau membawakan ulang sebuah lagu yang sebelumnya pernah direkam dan dibawakan penyanyi/artis lain. Tidak sedikit, sebuah lagu cover version bahkan menjadi lebih terkenal daripada lagu yang dibawakan oleh penyanyi aslinya. Karenanya, banyak artis baru mencoba peruntungannya dengan membawakan lagu cover version dengan tujuan agar lebih cepat sukses dan terkenal.

Untuk lagu-lagu cover yang diciptakan untuk tujuan komersial tadi, pencantuman nama penyanyi asli saja pada karya cover tentu tidak cukup untuk menghindari tuntutan hukum pemegang hak cipta. Agar tidak melanggar hak cipta orang lain, untuk mereproduksi, merekam, mendistribusikan dan atau mengumumkan sebuah lagu milik orang lain, terutama untuk tujuan komersial, seseorang perlu memperoleh izin (lisensi) dari pencipta/pemegang hak cipta sebagai berikut:

  1. Lisensi atas Hak Mekanikal (mechanical rights), yakni hak untuk menggandakan, mereproduksi (termasuk mengaransemen ulang) dan merekam sebuah komposisi musik/lagu pada CD, kaset rekaman dan media rekam lainnya; dan atau
  2. Hak Mengumumkan (performing rights), yakni hak untuk mengumumkan sebuah lagu/komposisi musik, termasuk menyanyikan, memainkan, baik berupa rekaman atau dipertunjukkan secara live (langsung), melalui radio dan televisi, termasuk melalui media lain seperti internet, konser live dan layanan-layanan musik terprogram.

Royalti atas mechanical right yang diterima dibayarkan oleh pihak yang mereproduksi atau merekam langsung kepada pemegang hak (biasanya perusahaan penerbit musik (publisher) yang mewakili komposer/pencipta lagu). Sementara pemungutan royalti atas pemberian performing rights pada umumnya dilakukan oleh sebuah lembaga (di Indonesia disebut Lembaga Manajemen Kolektif – “LMK”) berdasarkan kesepakatan antara pencipta dan lembaga tersebut.

WAMI (Wahana Musik Indonesia) dan YKCI (Yayasan Karya Cipta Indonesia) adalah dua dari beberapa LMK di Indonesia yang saat ini aktif menghimpun dan mendistribusikan royalti dari hasil pemanfaatan performing rights untuk diteruskan kepada komposer/pencipta lagu dan publisher.

The National Music Publishers’ Association vs. Fullscreen

Terkait dengan masalah lagu cover, sekitar pertengahan tahun lalu, sekelompok perusahaan penerbit musik di Amerika Serikat (salah satunya adalah Warner/Chappell Music milik Warner Music Group) yang diwakili oleh the National Music Publishers’ Association, menggugat Fullscreen, salah satu perusahaan pemasok video terbesar ke YouTube yang berkantor di Los Angeles, di pengadilan distrik di Manhattan, Amerika Serikat, dengan alasan bahwa banyak dari video-video pasokan Fullscreen, terutama versi cover dari lagu-lagu hits dari artis-artis mereka, melanggar hak cipta mereka. Hal ini sebagaimana disarikan dari The New York Times, http://www.nytimes.com, edisi 7 Agustus 2013.

Fullscreen mengklaim dirinya sebagai perusahaan media generasi baru yang membangun sebuah jaringan global melalui channel-channel di YouTube bekerja sama dengan ribuan kreator konten. Menurut Fullscreen, 15.000 channel yang mereka wakili total memiliki 200 juta pelanggan dan ditonton lebih dari 2,5 miliar orang per bulannya.

Di antara video-video Fullscreen yang diputar YouTube adalah versi cover dari lagu-lagu hits beberapa artis Penggugat, biasanya dibawakan oleh para amatir atau semi profesional, yang ditampilkan tanpa izin publisher dan pencipta lagu serta tanpa membayar royalti.

Dasar Hukum:

Undang-Undang No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

 

 

Sumber: RUU ITE, UU no.19, HAKI

 

 

 

 

Perencanaan Proyek Sistem Informasi “Test Penerimaan”

V-CLASS PRE TEST RENCANA TEST PENERIMAAN

Soal :Menurut anda apa yang akan terjadi jika diakhir Tes Penerimaan ternyata fungsi-fungsi yang ada tidak sesuai dengan apa yang akan dijadikan di awal proyek. Jelaskan!

Jawab :Jika di akhir tes penerimaan ternyata tidak sesuai, Tim proyek dengan penuh harapan memperbaiki masalah langsung di tempat pengujian. Jika masalah utama maka tes ditunda sampai masalah dapat diperbaiki. Dalam teori hanya tes yang gagal yang diulang, walaupun user memiliki hak untuk menjalankan kembali tes yang diterimanya sesudah perbaikan.

V-CLASS POS TEST RENCANA TEST PENERIMAAN

Soal :Terdapat 2 pendekatan yang umum digunakan untuk penerimaan yaitu ‘Parallel Run’ dan ‘Penerimaan sedikit demi sedikit’. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan tersebut!
Jawab :

a.Parallel Run
Kelebihan :Dapat mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan. Sebuah tindakan yang menyebabkan masalah selalu dapat diketahui, mengetahui dengan tepat siapa yang mengetik jika terjadi suatu masalah.  User dapat melakukan pengecekan data pada sistem lama.

Kekurangan :Masalah kecil dapat membuat anda menjalankan kembali selama ‘X’ hari untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Kadang-kadang sistem software yang rumit tidak pernah 100% di-debug. Mungkin sulit untuk mencari penyebab dari suatu masalah. Jika 10 user berada pada sistem yang interaktif dan sistem tersebut rusak, ini merupakan tantangan untuk menemukan sistem tersebut rusak. Tidak ada jaminan bahwa semua kelebihan sistem akan dicoba dalam ‘X’ hari.

Penulis pernah melihat sebuah sistem akuntansi yang diterapkan pada awal tahun fiskal baru. Sistem itu berjalan baik selama masa percobaan (6 bulan) sampai mengalami kegagalan pada akhir tahun fiskal ketika akuntan mencoba untuk melakukan tutup buku. Sayangnya garansinya telah habis dan penjual (vendor) tidak mau memperbaikinya. Biarkan end user masuk ke sistem pada hari pertama yang penerapannya tidak selalu bermanfaat. Karena dalam hal ini faktor penampilan lebih berperan. Seperti dalan roman, kesan pertama sangat penting.

b. Penerimaan sedikit demi sedikit
Kelebihan :  User tidak merasa takut tentang semuanya. Sebuah tindakan dengan tepat siapa yang mengetik ketika masalah terjadi. Anda dapat mendemonstrasikan semua fungsi yang dijanjikan.

Kekurangan :Memerlukan banyak pekerja untuk menulis ATP (Acceptance Test Plain / Rencana Test Penerimaan). Dalam beberapa hal pemakai mungkin tidak akrab dengan pendekatan ini, tetapi anda dapat mengakrabkannya dengan metode yang baru. Seharusnya tidak ada keengganan untuk menerima dan membayar jika metode ini digunakan.

Sejarah Orang-orang Cossack

Bangsa Cossack adalah bangsa yang dulu menemukan Siberia dan Alaska, melindungi perbatasan Rusia, pernah memberontak melawan Kekaisaran Rusia, namun kemudian mengabdi kepada para Tsar dengan loyal. Orang-orang Cossack ditakuti oleh orang-orang Eropa, sementara Napoleon sangat mengagumi keterampilan mereka dalam pertempuran.

RIAN_00676171.HR.ru_huge

Foto: en Ria

Bangsa Cossack dikenal ahli dalam seni perang kavaleri dan termasuk kelompok awal yang menggunakan kuda dalam pertempuran.

Mereka memainkan peran penting dalam memukul mundur pasukan Perancis selama Perang Napoleon.

Etnis Cossack terpecah menjadi beberapa cabang berbeda di Eropa Timur, dan beberapa kelompok menikah dengan suku lokal sehingga memperlebar keragaman.

Sebagian lain Cossack menikah dengan kelompok mereka sendiri dan sering memiliki prasangka terhadap etnis yang berbeda.

Dengan berakhirnya komunisme di Uni Soviet, banyak keturunan Cossack menunjukkan minat untuk mengangkat kembali budaya Cossack.

Kini, meneruskan tradisi mereka sebagai prajurit, banyak orang Cossack menjadi bagian penting militer negara-negara pecahan Uni Soviet.

 

 

Sumber: rbth, 2

 

Menganal Peluru Kendali AGM-176 Griffin Untuk Objek Kecil yang Bergerak Cepat

AGM-176 Griffin adalah sebuah rudal ringan, berbahan bakar solid propellant yang dikembangkan oleh Raytheon.

Gambar 1 Pengujian AGM-176 Griffin Missile from Coastal Patrol Ships in the U.S.

Gambar 1 Pengujian AGM-176 Griffin Missile from Coastal Patrol Ships in the U.S.

Senjata ini telah dirancang untuk diluncurkan dari darat atau udara sebagai peluru kendali yang dijatuhkan dari udara. Dikategorikan sebagai rudal dengan presisi kerusakan ringan dengan hulu ledak yang relatif kecil untuk jenis “operasi perang tidak teratur”. Ketika didukung oleh bahan bakar motor solid roket, Griffin bisa menyerang dari lebih dari jangkauan 12 mil (15 km dari udara, 5.5 km dari tanah).

Amunisi ini mencari target mereka baik menggunakan laser designator semi- aktif atau GPS. Plus, mereka dapat diprogram untuk meledak udara, dampak, atau detonasi waktunya. Ditemui di medan perang seperti Afghanistan dan Irak di mana telah berhasil dibuktikan dalam pertempuran.

 

Pengguna rudal AGM-176 Griffin:

United States Army

United States Air Force

Central Intelligence Agency

 

Specifications:

Weight                        45 pounds (20 kg)

Length                         42 inches (110 cm)

Diameter                     5.5 inches (140 mm)

Warhead                      Blast-fragmentation

Warhead weight          13 lb (5.9 kg)

Propellant                    Solid fuel rocket

Operational range        12.5 miles (20.1 km)

Guidance system         Laser, GPS or INS

Launch platform         MQ-1, MQ-9 and other UAVs

 

 

 

Sumber1

Apa sih reklamasi itu?

Apa sih reklamasi itu?? Belakangan ini kita sering mendengar berita dari pulau dewata tentang reklamasi tanjung benoa. Nah yang masi bingung apa sih pengertian reklamasi  itu??
Menurut wikipedia – Reklamasi daratan, biasanya disebut reklamasi, adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill.
 
Menurut Pendahuluan karya tulis dari IPB – Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan manfaat sumberdaya lahan yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase ( UU 27,2007 ).

 

Nah tujuan diadakan reklamsi ialah umumnya seperti berikut :
 
Tujuan reklamasi umumnya adalah untuk menjadikan kawasan berair yang rusak atau belum termanfaatkan  menjadi suatu kawasan baru yang lebih baik dan bermanfaat untuk berbagai keperluan ekonomi maupun untuk tujuan strategis lain. Kawasan daratan baru tersebut dapat dimanfaatkan untuk kawasan permukiman, perindustrian, bisnis dan pertokoan, pelabuhan udara, perkotaan, pertanian, jalur transportasi alternatif, reservoir air tawar di pinggir pantai, kawasan pengelolaan limbah dan lingkungan terpadu, dan sebagai tanggul perlindungan daratan lama dari ancaman abrasi  serta untuk menjadi suatu kawasan wisata terpadu.

Pengertian Inherentance beserta contoh

Pengertian Inherentance beserta contohInheritance atau pewarisan pada pemograman java adalah suatu hubungan dari dua buah class atau lebih yang dimana sifat dari suatu class baik method maupun atributnya dapat diturunkan ke class lain.

Keuntungan dari Inheritance adalah diturunkannya atribut mau method sehingga tidak perlu merubah kode kelas yang membutuhkan tambahan atribut atau metode sama. Kelas dasar akan mewariskan semua atribut dan kodenya kecuali konstruktor dan destruktor yang memiliki izin akses public dan protected ke kelas turunannya dengan izin akses yang sama dengan pada kelas dasar.
Ketika sebuah kelas turunan dibuat objeknya saat eksekusi, maka secara implisit konstruktor kelas dasar dipanggil terlebih dahulu baru kemudian konstruktor kelas turunan dijalankan. Begitu juga saat objek dimusnahkan maka secara destruktor kelas turunan akan dijalankan baru kemudian destruktor kelas dasar dijalankan.

Dalam menurunkan dasarnya ialah pada penggalan syntak ” extends “. Konsep Inheretance ialah seperti berikut :

class namaclass extends namaclassturunan{
}

Contoh Program Inheretace di Java

import java.util.Scanner;
class lingkaran{
public double phi = 3.14;
public int jari;
double HitLuasLingkaran(int jari){
this.jari = jari;
double LuasLingkaran = phi * this.jari * this.jari;
return LuasLingkaran;
}
}
class kerucut extends lingkaran{
public int tinggi;
double HitLuasKerucut(int tinggi){
this.tinggi = tinggi;
double LuasKerucut = (HitLuasLingkaran(jari) * tinggi)/3;
return LuasKerucut;
}
public static void main(String[] args){
kerucut obj = new kerucut();
Scanner data = new Scanner(System.in);
System.out.print(“Masukkan Jari – jari : “);
obj.jari = data.nextInt();
System.out.print(“Masukkan Tinggi : “);
obj.tinggi = data.nextInt();
System.out.println(“Luas Kerucut “+obj.HitLuasKerucut(obj.tinggi))
}

}