Cara Memelihara & Handling/ Menangani Varanus

CAPTIVE SUITABILITY of VARANUS
(Buka gambar di tab baru untuk memperjalas)

Bagi yang ingin memelihara varanus lihat ini dulu ya:

Berikut adalah tabel daftar tingkat domestikasi biawak (jenis biawak dalam pemeliharaan) yang dibuat oleh Sprackland pada tahun 2009.
Dasar pembuatannya ditinjau dari karakter/kebiasaan/tempramen/tingkat stress, ketahanan/kesehatan tubuh, dan peluang pengembangbiakan si biawak dalam pemeliharaan (captivity).

CAPTIVE SUITABILITY of VARANUS

CAPTIVE SUITABILITY of VARANUS

Skala:
1 = Paling tidak cocok (sulit) untuk dipelihara
5 = Cocok (mudah) untuk dipelihara
Sebuah bahan bacaan & penambah wawasan yang bagus mengenai domestikasi biawak. Bisa jadi bahan pertimbangan yang sangat baik pula sebelum kita ingin memelihara satu spesies biawak.
Source: BIAWAK Vol. 4 No. 1

LIST PAKAN VARANUS
(Buka gambar di tab baru untuk memperjalas)

LIST PAKAN VARANUS

LIST PAKAN VARANUS

Cara handling  I – credit to adiprakoso, reptilx.com

Kalau kamu mau piaraan yang bisa di elus2, digelitikin, dan lain lain, silahkan aja tapi sebaiknya jangan piara biawak. Sebelum mikirin megang2 biawak, ada baiknya untuk ngertiin piaraanmu dan bisa bersimpati dengan mereka

Jinak adalah kata2 yang buruk. Segala sesuatu yang punya gigi bisa menggigit dirimu jika dia kaget, marah atau takut.

Berikut ini ada contoh gigi dari varanus indicus

V.Indicus tooth

V.Indicus tooth

Singkatnya, klo bisa si dihindari deh yang namanya kegigit biawak apalagi yang ukurannya besar, karena yang pasti sih sakit, bisa makan biaya buat pengobatan, bikin trauma biawaknya, dan lain2

Fear biting (menggigit karena takut)

Kalian itu bagi biawak ukurannya gede banget dan mereka tau itu bisa membahayakan buat hidup mereka; jadi mereka hanya akan gigit lu lu pade sbagai pilihan terakhir. Insting mereka bilang kalau mereka berantem ama sampean, mereka pasti kalah dan mereka bisa terbunuh. Umumnya biawak yang panik dan tersudut akan diem ga begerak, kadang2 mereka nutup mata juga. Klo kamu tetep pegang dia dan elus2 kulitnya, dia merasa lu siap2 buat bunuh dan makan mereka, maka mereka bisa nekat aja gigit karena mereka tau keadaan udah istilahnya “nothing to lose”. Dan gw rasa bukan hal yg bagus lah klo kita2 sampe kegigit.

Food response biting (gigit karena respon pada makanan)

Klo lu bau kaya makanan dia, lu bisa aja digigit. Cuci tangan sebelum berinteraksi dengan biawak lu. Setelah interaksi jangan lupa cuci tangan lagi yah biar ga sakit perut:mrgreen:

Hand feeding bukan merupakan ide yang bagus, (liat tu gigi di atas :rollingeyes: ) tapi beberapa orang yang udah mengklaim punya hubungan cukup lama dengan biawaknya tetep ngelakuin itu. Kecelakaan tetep bisa terjadi. Biawak ngegigit elu, itu udah pasti salah lu 8).

Klo lu gerak2in tangan atau anggota badan lainnya di depan muka si biawak, lu bisa juga digigit. Biawak gunain muka dan mulut sebagai tangan klo di manusia, untuk meriksa lingkungan sekitar dia.

Anger biting (gigit karena marah)

Beberapa biawak punya trauma sendiri atas perlakuan manusia di masa lalu yang mungkin menurut mereka kasar. Untuk kasus di indonesia, bisa aja mereka dapat trauma ketika waktu ditangkap atau ketika di keep di pengepulan reptil, dsb. Bahkan biawak yang udah docile (klo di Indonesia si sebutnya JITOT/LEMOT), bisa juga suatu waktu bad mood. Klo udah bgtu tinggalin aja tu biawak dulu, jangan diganggu, mereka juga akan menghargai sikap kita itu.

Terus, kenapa sih biawak itu ga bisa istilahnya loyal dan bisa deket ama “majikan”nya??

Banyak jenis hewan piaraan lain yang dihabitat aslinya pun ketika kecil dirawat, diajari, dan dilindungi oleh induknya. Akan ada perlakuan seperti dielus2, dimandiin (dijilatin), dan juga ada disiplin tertentu yang dterapkan di grup itu, baik grup kecil yg cuma terdiri dari anak2 ama induknya, atau grup besar ama bapak, tante, kakek neneknya skalian dah. Nah karena itu, ketika mereka misal dipisahkan dari grup mereka pun (spesies) mereka, ketika mereka didatangkan pada manusia, mereka akan oke2 aja menerima perlakuan penuh kasih sayang kita ke mereka selama mereka menilai kita baik ya.

Biawak ga punya sikap loyal buat siapapun. Mereka ga punya kepentingan untuk nyenengin makluk lain kecuali dirinya sendiri. Biawak lu ga bakal pernah mikir untuk lakuin hal2 yg sekiranya bisa nyenengin majikannya, mereka sbenernya mah ga peduli klo lu seneng mereka jinak, lemot dan sbagainya. Lu mau seneng kek, sedih kek, mereka ga mikirin.

Biawak netes dari telur. Induknya lindungi sarangnya untuk mastiin telurnya aman sampe netes, tapi ya udah cuma sampe situ doang. Sesaat setelah mereka netes ke dunia, mereka hidup utk dirinya sndiri. Mereka dah tau klo ibunya laper, mereka bisa dimakan tu ama ibunya sndiri. Mereka taunya klo ada yg lbh kecil dari mereka itu bisa jadi makanan, klo ada yg lebih gede dari mereka ya mereka yg jadi makanan. Belaian sayang juga mereka tau baik hanya bila pada biawak lain yg sejenis dgn mereka dan berlawanan jenis kelamin. Itulah yg mereka tau lewat insting.

Di pikiran biawak, mahluk satu satunya yang tertarik ama doi ya cuma pemangsa yang mau makan dia. Beberapa biawak akan oke2 aja dibelai belai klo lu emang maksa, tapi inget, sbnernya mereka ga bakalan ngerti tu arti elusan itu juga engga mikirin dia suka apa gasuka untuk dibelai. Mereka keliatan nurut2 aja ya karena emang mereka terdominasi oleh kita, secara kita lebih gede kuat n pinter dibanding mereka kan. Biawak gasuka dipegang klo itu emang maunya kita yg megang, tp klo emang dari merekanya yg pengen disentuh, mereka akan oke2 aja digaruk2in siapa tau emang ada bagian badannya yg gatal.

Lu bisa diterima klo emang lu mampu buktiin ke mereka bahwa dirimu bukan ancaman, lu hanya mahluk lain yang berbagi teritori dengan mereka. KAmu bahkan bisa membangun hubungan dengan mereka klo emang kamu bisa memperlakukan mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Bacaan tentang hungungan ini bisa baca sndiri pengalaman penulis di versi inggrisnya ya.

Dalam pengalaman penulis, biawak punya ingatan panjang yg cukup akurat. Cara standar buat jinakin biawak adalah dengan “megangin mereka sampe mereka berhenti berontak”. Tambahan dari saya pribadi tentang hal ini, untuk kasus di Indonesia ya sperti yang kita dah sering dnger aja misalnya dengan sering handle (pegang2, gendong2, kekep2, dsb), dengan diceburin ke air biar doi berenang ampe cape dan anteng dilanjutkan pulak dengan handle2 yg maksa, makin cape dah tu nyambek:mrgreen: , dan sebagainya. Coba deh bilang atau kasi masukan ke orang yg lagi jinakin pet tp yg mamalia cara model gini, atau lu coba bilang ke temen lu yg suka jinakin biawak dgn cara kaya gini, “sob, anjing gw biar jinak gw pegang2 gini terus aja kali ya apa gw ceburin juga ke air ampe cape siapa tau bisa jinak kaya biawak lu”. Kemungkinan besar jawaban mereka adalah jangan atau yg intinya cara kaya gtu gabisa dipake ke mamalia. Pengecualian ini mnurut penulis termasuk hal yg idiot.

Cara kaya gini emang berhasil untuk beberapa biawak, tapi untuk alasan yang sama sekali salah. Hewan lu bakal kehilangan rasa takut karena semangatnya udah hancur. Mereka akan hidup tp jiwanya sekarat (caelah bahasanyeee). Mnurut lu hidup yg kaya gimana coba klo hidup penuh dengan rasa takut pada mahluk asing, hidup jadi ga berasa “hidup” kan? Si biawak bakal jadi CUEK ama yg lu lakuin karena mereka emang udah gapunya pilihan, bukan karena mereka suka sama lu. Biawak punya jiwa yang bebas, sehingga klo memungkinkan tetep harus dijaga jiwanya yg seperti itu.

Source:
1
2

One thought on “Cara Memelihara & Handling/ Menangani Varanus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s