Hubungan antara Individu, Keluarga, Masyarakat, Pemuda dan Bersosialisasi

Ilmu Sosial Dasar 2

C. Individu, Keluarga dan Masyarakat

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Menurut ilmu sosial, individu adalah bagian terkecil dari sekelompok manusia sebagai makhluk sosial

Pertumbuhan Individu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:

  1. Pendirian Nativistik. Faktor yang dibawa sejak lahir
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi

  1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
  2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun.
  3. Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun.
  4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun.

KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.

Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga:

  1. Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.
  2. Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah.
  3. Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang  yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan.
  4. Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan.

Fungsi keluarga, yaitu :

a. Fungsi biologis
b. Fungsi proteksi/ perlindungan
c. Fungsi edukatif/ pendidikan
d. Sosialisasi
e. Fungsi afeksi
f. Fungsi religius
g. Fungsi rekreatif
i. Fungsi pengendalian sosial

MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA

Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa dan masyarakat ilmiah. Dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan”. Istilah masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu Syaraka yang berarti “ ikut serta berpartisipasi”.

Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu :

  1. Masyarakat sederhana. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin sangat jelas.
  2. Mayarakat maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan.

Didalam masyarakat maju terbagi menjadi masyarakat industri (Contoh tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las) dan non industri (kantoran).

D.Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung. Masa Pemuda 15 – 21 tahun.  Sosialisasi pemuda dalam kehidupan baik maka akan berpengaruh baik pula terhadap lingkungan sekitar.

Tujuan sosialisasi, yaitu :

  1. Diketahui oleh yang berkepentingan
  2. Dapat dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan
  3. Dapat dijalankan dan antisipasi apa saja yang dibutukna dari objek sosialisasi tsb.

Peran pemuda sehubungan dengan pembangunan dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.
  2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan  lingkungan.

INTERNALISASI, BELAJAR DAN SPESIALISASI

Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.

Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :

  1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
  2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.

Studi Kasus

Bocah Pemakan Kertas Dibujuk Kembali Belajar

Jumat, 1 Oktober 2010 15:31 WIB | Peristiwa | Unik | Dibaca 1276 kali
Rembang (ANTARA News) – Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ceria Ngemplak Lasem, Rembang, Jawa Tengah, tengah membujuk Robert Qulubain (2) yang mempunyai kebiasaan memakan kertas, agar mau kembali belajar dan bermain bersama teman-temannya.Robert pada Juli lalu sempat belajar di PAUD itu, namun kemudian tidak mau lagi setelah teman-temannya keheranan melihat Robert memakan buku tulis yang dibawanya yang seyogyanya untuk menulis.”Ini hanya persoalan kebiasaan saja. Kami yakin jika Robert selalu disuguhi pendidikan yang baik dan selalu dalam pengawasan orang tua, maka kebiasaan aneh tersebut akan berangsur hilang,” kata guru PAUD Ceria Ngemplak Lasem, Tafrika, yang pernah mengasuh Robert.

Tidak hanya kertas, Robert juga suka memakan sabun mandi dan lotion anti nyamuk.

Menurut pengakuan ibu Robert, Puji Nurhayati, kebiasaan aneh anaknya bermula saat masih berusia sekitar satu tahun.

“Sejak boleh makan nasi, sejak itu pula anak kami juga makan kertas. Kertas apa saja. Kertas buku tulis, kertas koran, kertas kalender, dan tisu. Saat itu kami khawatir polahnya itu akan mengganggu kesehatannya, tetapi ternyata baik-baik saja,” katanya.

Ketika beranjak usia 18 bulan, anaknya itu bahkan tidak hanya makan kertas.

“Ketika beranjak satu setengah tahun, Robert juga makan sesuatu yang wangi seperti sabun mandi dan lotion anti nyamuk, tetapi lagi-lagi kesehatannya tidak terganggu atau tidak berdampak apa-apa,” katanya.

Ahmad Mubtadi, ayah Robert Qulubain mengatakan, kebiasaan aneh anaknya membuat tetangganya keheranan. Sebab, jika dibiarkan, sebuah buku tulis utuh akan habis dimakannya dalam sehari.

“Sekarang karena sudah terbiasa, tetangga juga tidak terlalu merisaukan. Hanya saja, kadang mereka juga mengingatkan kami untuk selalu mengawasi perilaku Robert,” katanya.

Dia mengatakan, kebiasaan anaknya sebenarnya mulai dikhawatirkannya sejak istrinya mengandung anak keduanya tersebut. Saat hamil, ibu Robert juga minta kertas untuk dimakan.

Pasangan Ahmad Mubtadi dan Puji Nurhayati dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama berusia 11 tahun, dan anak ketiga berusia satu tahun.

(ANT-168/M028/S026)

COPYRIGHT © 2010

Source: Antara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s